Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 44 A [email protected]
Selamat Datang Di Website Dinas Perikanan Kab. Gresik
...
Pembinaan Teknis Budidaya Ikan Ramah Lingkungan Kegiatan Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Kecil Sub K

A.    Materi I : “oleh Arip Wicaksono, S.Sos. M.M. selaku Plt. Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Gresik.

o   Sistem budidaya polikultur adalah metode budidaya dua atau lebih komoditas dalam satu kolam, seperti udang dan bandeng, yang saling mendukung dalam memanfaatkan pakan alami serta menjaga kualitas air. Cara ini efektif untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi lahan. Tahapannya meliputi persiapan tambak, penebaran benih, pemberian pakan, pemantauan kualitas air, hingga panen. Sebelum mulai, tambak dikeringkan 10–15 hari, diberi kapur dolomit, dipupuk Urea dan TSP, lalu diisi air bertahap agar ekosistem mikro siap mendukung pertumbuhan ikan dan udang.

o   Penggunaan kultur bakteri menjadi kunci dalam menjaga kestabilan kualitas air dan kesehatan ekosistem tambak. Kultur ini diberikan sejak awal hingga masa panen untuk membantu penguraian bahan organik dan menekan bakteri patogen. Campurannya terdiri dari gula tetes, probiotik, dan air bersih yang berfungsi menumbuhkan mikroorganisme baik. Kultur bakteri juga mempercepat pembentukan pakan alami seperti plankton dan menciptakan kondisi kolam yang seimbang tanpa ketergantungan bahan kimia.

o   Selain kultur bakteri, proses fermentasi juga berperan penting dalam menunjang kualitas budidaya. Fermentasi dilakukan saat ikan berusia 1–2 bulan atau lebih untuk meningkatkan ketersediaan nutrisi alami, memperbaiki pencernaan ikan, serta menstabilkan ekosistem air. Bahan yang digunakan antara lain gula tetes sebagai pemicu fermentasi, ragi tape sebagai sumber mikroorganisme fermentatif, dedak halus sebagai bahan utama sumber nutrisi, pupuk urea sebagai tambahan nitrogen, dan air bersih untuk membantu proses pelarutan. Hasil fermentasi ini dapat dicampurkan ke pakan atau langsung diberikan ke kolam sebagai sumber mikroorganisme dan nutrisi tambahan. Untuk menjaga kesehatan ikan, juga digunakan ramuan herbal dari bawang putih, kunyit, dan temulawak yang berfungsi sebagai antibakteri alami, ditambah vitamin dan asam amino untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan. Kombinasi antara kultur bakteri, fermentasi, dan ramuan herbal ini menjadikan sistem polikultur lebih efisien, sehat, serta ramah lingkungan.

B.    Materi II : “Pembinaan Teknis Budidaya Ramah Lingkungan” oleh Bapak H. Sujono, S.H.  selaku  Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik.

·         Budidaya ramah lingkungan atau akuakultur berkelanjutan merupakan praktik budidaya ikan, kerang, dan rumput laut yang bertanggung jawab terhadap aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Prinsip utamanya adalah memastikan produksi ikan dilakukan secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem. Landasan hukumnya antara lain UU No. 31 Tahun 2004 jo. UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, serta peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan seperti Permen KP No. 75 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Budidaya Ikan yang Baik (GAP) dan Permen KP No. 6 Tahun 2020 tentang kesejahteraan ikan budidaya. Regulasi tersebut menekankan pentingnya praktik budidaya yang memperhatikan keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan ikan.

·         Secara teknis, budidaya ikan ramah lingkungan mengutamakan efisiensi sumber daya dan pengelolaan limbah melalui penerapan teknologi seperti sistem resirkulasi air (RAS), bioflok, akuaponik, dan polikultur. Teknologi ini berfungsi untuk mendaur ulang air, mengolah limbah menjadi pakan alami, serta menciptakan ekosistem yang sehat dan produktif. Selain itu, penggunaan pakan alami atau organik, probiotik, dan sistem biofilter turut membantu menjaga kualitas air dan kesehatan ikan. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga meningkatkan efisiensi produksi serta mendukung keberlanjutan usaha perikanan di masa depan.

C.   Materi III : “Pembinaan Teknis Budidaya Ramah Lingkungan” oleh Bapak Salton Sulaiman, S.H., M.H. selaku  Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik.

·         Budidaya ramah lingkungan merupakan pendekatan penting dalam sektor pertanian dan perikanan yang menyeimbangkan antara peningkatan produksi dan kelestarian ekosistem. Melalui pembinaan teknis, para petani dan pembudidaya didorong untuk menerapkan metode yang adaptif, efisien, dan sesuai regulasi seperti UU Lingkungan Hidup dan pedoman Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Tujuan utamanya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha agar mampu menerapkan prinsip berkelanjutan, mengelola limbah dengan benar, serta menggunakan teknologi dan bahan yang ramah lingkungan.

·         Penerapan prinsip budidaya ramah lingkungan memberikan manfaat ekologis, ekonomis, sosial, dan kesehatan publik, seperti menjaga keseimbangan alam, menekan biaya jangka panjang, serta menghasilkan produk yang aman konsumsi. Meski demikian, tantangan seperti pencemaran, penurunan kualitas perairan, dan konflik sosial masih perlu diatasi melalui penerapan teknologi bersih, pelatihan berkelanjutan, serta penguatan regulasi dan pengawasan. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor, praktik budidaya ramah lingkungan dapat menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan produksi dan kesejahteraan masyarakat.

Last updated 2026-06-11