Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 44 A [email protected]
Selamat Datang Di Website Dinas Perikanan Kab. Gresik
...
Pembinaan Teknis Pengembangan Tambak Tradisional Plus Kegiatan Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Kecil

A.    Materi I : “Budidaya Polikultur Udang Bandeng Sistem Tradisional Plus” oleh Arip Wicaksono, S.Sos. M.M. selaku Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik.

·      Budidaya polikultur udang dan bandeng merupakan metode yang menggabungkan dua komoditas dalam satu lahan tambak untuk memanfaatkan sumber daya secara optimal. Sistem ini dinilai efektif karena udang dan bandeng saling melengkapi, terutama dalam menjaga kualitas air serta meningkatkan produktivitas tambak. Proses budidaya dilakukan dengan memperhatikan prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), mulai dari persiapan lahan, pengapuran, pemupukan, hingga pengisian air yang bertahap. Kegiatan tersebut bertujuan menciptakan kondisi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan pakan alami dan kelangsungan hidup kedua komoditas tersebut.

·      Selain itu, keberhasilan budidaya juga dipengaruhi oleh pemilihan benih berkualitas, manajemen pakan, pengendalian kualitas air, serta kesehatan ikan dan udang. Pemberian pakan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi cuaca agar efisien dan tidak mencemari tambak. Monitoring rutin terhadap kualitas air dan kondisi komoditas menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit. Setelah masa pemeliharaan sekitar empat bulan, panen dilakukan sesuai ukuran pasar dengan tujuan menjaga keberlanjutan siklus produksi. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen sekaligus efisiensi penggunaan lahan tambak di Kabupaten Gresik.

B.    Materi II : “Pengembangan Tambak Tradisional Plus” oleh Bapak Danang Swantara  selaku  Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Gresik.

·         Materi Pengembangan Tambak Tradisional Plus membahas inovasi dalam pengelolaan tambak di Kabupaten Gresik yang mayoritas masih dikelola secara tradisional dengan produktivitas rendah. Konsep “Tambak Tradisional Plus” hadir sebagai solusi dengan mempertahankan karakter alami tambak tradisional namun diperkaya teknologi sederhana, manajemen modern, serta prinsip keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini meliputi penerapan alat seperti aerator atau pompa tenaga surya, pencatatan keuangan dan panen yang rapi, diversifikasi komoditas seperti udang–bandeng–rumput laut, hingga pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk.

Tujuan utamanya yaitu meningkatkan kesejahteraan petambak, efisiensi lahan, serta daya saing sektor perikanan daerah. Meski memiliki banyak manfaat seperti produktivitas 1,5–2 kali lipat dan biaya operasional yang lebih rendah, pengembangannya masih menghadapi kendala modal, pengetahuan teknologi, serta infrastruktur yang terbatas. Karena itu, strategi yang ditekankan meliputi pelatihan kelompok, kolaborasi dengan perguruan tinggi, kemitraan dengan swasta, dan dukungan kebijakan dari DPRD melalui fungsi legislasi, anggaran, serta pengawasan agar terwujud tambak rakyat yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Last updated 2026-06-11